chunk_id string | source_file string | source_type string | mata_pelajaran string | jenjang string | kelas string | page_range string | word_count int64 | noise_score int64 | kata_dibuang_l2 int64 | fix_log string | context string | context_raw string |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Biologi_KelasXII_chunk_00131 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 215-234 | 151 | 0 | 9 | buang_kalimat_instruksional(9 kata) | strip_url_inline | Gambar model pohon kontribusi cabang ilmu pada bioteknologi di atas dapat dijadikan ringkasan pemahaman kontribusi cabang ilmu pada bioteknologi. Aplikasi Bioteknologi Konvensional Aplikasi bioteknologi konvensional banyak diminati masyarakat, salah satunya tempe. Tempe dihasilkan melalui proses fermentasi oleh jamur R... | Gambar model pohon kontribusi cabang ilmu pada bioteknologi di atas dapat dijadikan ringkasan pemahaman kontribusi cabang ilmu pada bioteknologi. Aplikasi Bioteknologi Konvensional Aplikasi bioteknologi konvensional banyak diminati masyarakat, salah satunya tempe. Tempe dihasilkan melalui proses fermentasi oleh jamur R... |
Biologi_KelasXII_chunk_00132 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 215-234 | 144 | 0 | 2 | buang_kalimat_instruksional(2 kata) | strip_url_inline | hapus_subjudul | Apakah ada perbedaan protein kedelai dan nonkedelai untuk bahan untuk membuat tempe? Pilih 4 bahan yang terdiri 1 bahan kedelai dan 3 bahan nonkedelai yang mudah ditemukan. Rancang langkah pembuatan tempe dengan pengulangan 3 kali pada setiap jenis bahan. Untuk membuat tempe, kalian dapat mambaca dari link berikut. Ran... | Apakah ada perbedaan protein kedelai dan nonkedelai untuk bahan untuk membuat tempe? Pilih 4 bahan yang terdiri 1 bahan kedelai dan 3 bahan nonkedelai yang mudah ditemukan. Rancang langkah pembuatan tempe dengan pengulangan 3 kali pada setiap jenis bahan. Untuk membuat tempe, kalian dapat mambaca dari link berikut. htt... |
Biologi_KelasXII_chunk_00133 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 215-234 | 149 | 0 | 16 | buang_kalimat_instruksional(16 kata) | Standar asupan protein terdiri 0,5 gram/kg BB protein hewani dan 0,5 gram/kg BB protein nabati. Kekurangan asupan. protein menghambat pertumbuhan sehingga menyebabkan stunting. Para ibu di masyarakat dalam menyiapkan menu asupan protein balita biasanya hanya dengan tempe saja. Pola makan seperti ini menjadi penyebab ku... | Standar asupan protein terdiri 0,5 gram/kg BB protein hewani dan 0,5 gram/kg BB protein nabati. Kekurangan asupan 214 Biologi untuk SMA/MA Kelas XII protein menghambat pertumbuhan sehingga menyebabkan stunting. Para ibu di masyarakat dalam menyiapkan menu asupan protein balita biasanya hanya dengan tempe saja. Pola mak... |
Biologi_KelasXII_chunk_00134 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 215-234 | 115 | 0 | 36 | buang_kalimat_instruksional(36 kata) | Adapun prinsip teknologi kultur jaringan, yaitu perbanyakan tumbuhan secara vegetatif dalam kondisi aseptik dengan medium dan kondisi tertentu sehingga teknik ini disebut kultur in vitro. Teori yang mendasari teknik kultur jaringan, yaitu teori sel dan totipotensi. Sel merupakan unit reproduksi yang menyatakan bahwa se... | Pada Aktivitas 4.11, kalian telah memahami bahwa kultur jaringan merupakan metode untuk mengisolasi sekelompok sel dari organ tumbuhan yang ditumbuhkan secara aseptik agar memperbanyak diri dan tumbuh menjadi individu baru dengan sifat yang sama dengan induknya. Adapun prinsip teknologi kultur jaringan, yaitu perbanyak... |
Biologi_KelasXII_chunk_00135 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 151 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | Pada golden rice lebih kaya protein, provitamin A, dan β karoten. GMO untuk kesehatan seperti E. colli penghasil hormon insulin untuk mengobati dan menyembuhkan penyakit diabetes mellitus.. Adapun dampak negatif yang ditimbulkan GMO, antara lain: a. mengganggu keseimbangan ekologi. Contohnya, kapas Bt mengandung protei... | Pada golden rice lebih kaya protein, provitamin A, dan β karoten. GMO untuk kesehatan seperti E. colli penghasil hormon insulin untuk mengobati dan menyembuhkan penyakit diabetes mellitus. 226 Biologi untuk SMA/MA Kelas XII Adapun dampak negatif yang ditimbulkan GMO, antara lain: a. mengganggu keseimbangan ekologi. Con... |
Biologi_KelasXII_chunk_00136 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 143 | 0 | 7 | buang_kalimat_instruksional(7 kata) | trim_awal_kecil | Uji praklinis Selanjutnya, dilakukan uji praklinis secara in vitro di tingkat sel pada kandidat virus. Apabila pengujian berhasil, dilanjutkan ke uji pada tikus dan monyet. Tujuannya adalah untuk mengetahui efektivitas dan keamanan serta mengkaji efek samping tertentu dari vaksin. Uji coba klinis tahap I Setelah lolos ... | Setelah 232 Biologi untuk SMA/MA Kelas XII ditemukan prinsip pengendalian virus maka kandidat vaksin dibuat untuk diujicobakan. Uji praklinis Selanjutnya, dilakukan uji praklinis secara in vitro di tingkat sel pada kandidat virus. Apabila pengujian berhasil, dilanjutkan ke uji pada tikus dan monyet. Tujuannya adalah un... |
Biologi_KelasXII_chunk_00137 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 139 | 0 | 13 | buang_kalimat_instruksional(13 kata) | Uji ini untuk mengkaji dan mengevaluasi efektivitas, keamanan, dan dosis vaksin yang tepat, serta menilai respons sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin yang diberikan. Uji coba klinis tahap III efikasi Uji fase tiga, yaitu uji dengan sampel 1.000 - 5.000 orang dengan kondisi yang bervariasi. Tujuannya adalah untuk mem... | Uji ini untuk mengkaji dan mengevaluasi efektivitas, keamanan, dan dosis vaksin yang tepat, serta menilai respons sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin yang diberikan. Uji coba klinis tahap III efikasi Uji fase tiga, yaitu uji dengan sampel 1.000 - 5.000 orang dengan kondisi yang bervariasi. Tujuannya adalah untuk mem... |
Biologi_KelasXII_chunk_00138 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 145 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | Sel punca adalah sel dasar yang belum mengalami diferensiasi dan spesialisasi sehingga memiliki potensi untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel baru yang menggantikan sel yang rusak, jika dikulturkan pada media yang sesuai dan distimulasi oleh jenis sel yang diinginkan. Selsel yang menjadi sumber sel punca, yaitu: ... | 234 Biologi untuk SMA/MA Kelas XII Sel punca adalah sel dasar yang belum mengalami diferensiasi dan spesialisasi sehingga memiliki potensi untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel baru yang menggantikan sel yang rusak, jika dikulturkan pada media yang sesuai dan distimulasi oleh jenis sel yang diinginkan. Selsel yan... |
Biologi_KelasXII_chunk_00139 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 150 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Sumber sel dewasa yang dapat digunakan, yaitu sel sumsum tulang. Sel sumsum tulang dapat membentuk sel tulang dan sel otot jantung. Teknologi sel punca mempunyai manfaat, antara lain: a. memperbaiki sel mati sehingga dapat menyembuhkan luka. memproduksi protein sitokin untuk memperbaiki sel rambut dan kulit. berdiferen... | Sumber sel dewasa yang dapat digunakan, yaitu sel sumsum tulang. Sel sumsum tulang dapat membentuk sel tulang dan sel otot jantung. Teknologi sel punca mempunyai manfaat, antara lain: a. memperbaiki sel mati sehingga dapat menyembuhkan luka. memproduksi protein sitokin untuk memperbaiki sel rambut dan kulit. berdiferen... |
Biologi_KelasXII_chunk_00140 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 151 | 0 | 0 | hapus_subjudul | (2) bersifat allogenic, yaitu berpotensi menimbulkan reaksi penolakan. Umbilical cord blood stem cell: (1) menyebabkan penyakit genetik dari donor dan muncul ketika dewasa. (Jumlah sel punca terbatas sehingga jumlah sel punca yang diperlukan resipien lebih banyak dari yang tersedia dari donor. Jumlah sel yang dibutuhka... | (2) bersifat allogenic, yaitu berpotensi menimbulkan reaksi penolakan. Umbilical cord blood stem cell: (1) menyebabkan penyakit genetik dari donor dan muncul ketika dewasa. (2) Jumlah sel punca terbatas sehingga jumlah sel punca yang diperlukan resipien lebih banyak dari yang tersedia dari donor. Jumlah sel yang dibutu... |
Biologi_KelasXII_chunk_00141 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 156 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | Sumber: Deden Indra Dinata (2013). Ada beberapa macam enzim nuklease, yaitu: a. Meganuklease b. Nuklease jemari zink (Zinc Finger Nucleases/ZFN) c. Nuklease efektor serupa aktivator transkripsi (transcription activator- like effector nucleases/TALEN) d. CRISPR-Cas (Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repe... | Sumber: Deden Indra Dinata (2013) 236 Biologi untuk SMA/MA Kelas XII Ada beberapa macam enzim nuklease, yaitu: a. Meganuklease b. Nuklease jemari zink (Zinc Finger Nucleases/ZFN) c. Nuklease efektor serupa aktivator transkripsi (transcription activator- like effector nucleases/TALEN) d. CRISPR-Cas (Clustered Regularly ... |
Biologi_KelasXII_chunk_00142 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 181 | 0 | 11 | buang_kalimat_instruksional(11 kata) | Pengeditan genom tergantung pada 2 jalur khusus, yaitu non-homologous end-joining (NHEJ) atau HomologyDirected Repair (HDR). Jalur NHEJ merupakan penyisipan dan penghilangan secara acak dari pasangan basa pada lokasi pengeditan sehingga menghasilkan frameshift mutation dan membentuk stop kodon prematur atau polipeptida... | Pengeditan genom tergantung pada 2 jalur khusus, yaitu non-homologous end-joining (NHEJ) atau HomologyDirected Repair (HDR). Jalur NHEJ merupakan penyisipan dan penghilangan secara acak dari pasangan basa pada lokasi pengeditan sehingga menghasilkan frameshift mutation dan membentuk stop kodon prematur atau polipeptida... |
Biologi_KelasXII_chunk_00143 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 151 | 0 | 7 | buang_kalimat_instruksional(7 kata) | Melalui pengeditan polimorfisme nukleotida tunggal (SNP) dapat digunakan untuk melumpuhkan gen yang menyebabkan penyakit, memperkenalkan mutasi pelindung, atau menambahkan transgen terapi. Sistem CRISPR/Cas9 mempunyai manfaat terutama untuk bidang kesehatan sebagai berikut. Mengedit genom sel T autolog untuk terapi kan... | Melalui pengeditan polimorfisme nukleotida tunggal (SNP) dapat digunakan untuk melumpuhkan gen yang menyebabkan penyakit, memperkenalkan mutasi pelindung, atau menambahkan transgen terapi. Sistem CRISPR/Cas9 mempunyai manfaat terutama untuk bidang kesehatan sebagai berikut. Mengedit genom sel T autolog untuk terapi kan... |
Biologi_KelasXII_chunk_00144 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 157 | 0 | 0 | null | Memperbaiki fungsi gen dan penggerak gen untuk menyembuhkan penyakit demam dengue, Chikungunya, demam kuning, dan malaria. Mempelajari dan mencari perawatan untuk berbagai gangguan neurologis, seperti penyakit Parkinson, amyotrophic lateral sclerosis, penyakit Huntington, schizophrenia, distrofi otot Duchenne, penyakit... | Memperbaiki fungsi gen dan penggerak gen untuk menyembuhkan penyakit demam dengue, Chikungunya, demam kuning, dan malaria. Mempelajari dan mencari perawatan untuk berbagai gangguan neurologis, seperti penyakit Parkinson, amyotrophic lateral sclerosis, penyakit Huntington, schizophrenia, distrofi otot Duchenne, penyakit... |
Biologi_KelasXII_chunk_00145 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 159 | 0 | 0 | null | Ditemukan teknik pengoreksi jenis dan urutan asam amino untuk mengobati penyakit turunan, seperti hemofilia. Bidang pertanian dan produksi pangan. Diharapkan dapat menghasilkan: a. tanaman baru varietas unggul. tanaman yang tahan kekeringan, kebekuan, salinitas tinggi, dan tekanan-tekanan lingkungan lainnya. substansi ... | Ditemukan teknik pengoreksi jenis dan urutan asam amino untuk mengobati penyakit turunan, seperti hemofilia. Bidang pertanian dan produksi pangan. Diharapkan dapat menghasilkan: a. tanaman baru varietas unggul. tanaman yang tahan kekeringan, kebekuan, salinitas tinggi, dan tekanan-tekanan lingkungan lainnya. substansi ... |
Biologi_KelasXII_chunk_00146 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 141 | 0 | 16 | buang_kalimat_instruksional(16 kata) | Penerapan dan pemanfaatan bioteknologi di Indonesia secara rata-rata masih tertinggal dari negara-negara maju. Realita secara umum: a. Produk-produk bioteknologi telah mencapai pasaran terutama di negara-negara maju. Beberapa produk nonpangan telah mencapai pasaran, seperti biopestisida dan enzim, tanaman herbisida res... | Penerapan dan pemanfaatan bioteknologi di Indonesia secara rata-rata masih tertinggal dari negara-negara maju. Realita secara umum: a. Produk-produk bioteknologi telah mencapai pasaran terutama di negara-negara maju. Beberapa produk nonpangan telah mencapai pasaran, seperti biopestisida dan enzim, tanaman herbisida res... |
Biologi_KelasXII_chunk_00147 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 132 | 0 | 24 | buang_kalimat_instruksional(24 kata) | Komersialisasi dari produk-produk bioteknologi terkait dengan regulasi, penerimaan konsumen, dan hak kepemilikan intelektual. Tentunya, penerapan bioteknologi modern tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, kalian dapat melakukan analisis menggunakan model SWOT. SWOT merupakan singkatan dari strengt... | Komersialisasi dari produk-produk bioteknologi terkait dengan regulasi, penerimaan konsumen, dan hak kepemilikan intelektual. Kalian telah mempelajari penerapan bioteknologi modern dalam kehidupan manusia. Tentunya, penerapan bioteknologi modern tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, kalian dapat ... |
Biologi_KelasXII_chunk_00148 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 155 | 0 | 0 | null | Bagaimana langkah aman dalam menggunakan hewan uji coba? Apakah ada kode etik menggunakan hewan uji coba untuk penelitian? Kode etik untuk memperlakukan hewan dalam penelitian disebut etik klirens. Penerapan etik klirens merupakan salah satu praktik dari bioetika. Bioetika merupakan penerapan etika dalam ilmu biologi, ... | Bagaimana langkah aman dalam menggunakan hewan uji coba? Apakah ada kode etik menggunakan hewan uji coba untuk penelitian? Kode etik untuk memperlakukan hewan dalam penelitian disebut etik klirens. Penerapan etik klirens merupakan salah satu praktik dari bioetika. Bioetika merupakan penerapan etika dalam ilmu biologi, ... |
Biologi_KelasXII_chunk_00149 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 162 | 0 | 7 | buang_kalimat_instruksional(7 kata) | Replacement atau penggantian dengan metode mensubstitusi hewan dengan program komputer, kultur sel atau hewan coba dengan tingkatan sensitivitas lebih rendah. Reduction atau pengurangan dengan strategi meminimalisir jumlah hewan dan perlakuan tanpa mengurangi validitas data. Refinement atau perbaikan terkait modifikasi... | Replacement atau penggantian dengan metode mensubstitusi hewan dengan program komputer, kultur sel atau hewan coba dengan tingkatan sensitivitas lebih rendah. Reduction atau pengurangan dengan strategi meminimalisir jumlah hewan dan perlakuan tanpa mengurangi validitas data. Refinement atau perbaikan terkait modifikasi... |
Biologi_KelasXII_chunk_00150 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 150 | 0 | 2 | buang_kalimat_instruksional(2 kata) | Prinsip do no harm (tidak merugikan), yaitu menentang tindakan dengan sengaja merugikan subjek penelitian. Prinsip keadilan yang mengacu pada kewajiban memperlakukan setiap orang dengan moral yang benar dan layak untuk memperoleh haknya terkait keadilan yang merata, seimbang dalam hal beban dan manfaat yang diperoleh s... | Prinsip do no harm (tidak merugikan), yaitu menentang tindakan dengan sengaja merugikan subjek penelitian. Prinsip keadilan yang mengacu pada kewajiban memperlakukan setiap orang dengan moral yang benar dan layak untuk memperoleh haknya terkait keadilan yang merata, seimbang dalam hal beban dan manfaat yang diperoleh s... |
Biologi_KelasXII_chunk_00151 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 152 | 0 | 0 | null | Proses ini dilakukan untuk menyingkirkan gen yang menjadi pintu masuk infeksi HIV. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan perkembangan proses pengeditan gen. Lalu, embrio ditanam pada rahim ibunya, Grace. Walaupun kehamilan berlangsung normal, perkembangannya dipantau secara ketat dengan peralatan ultrasound dan tes darah.... | Proses ini dilakukan untuk menyingkirkan gen yang menjadi pintu masuk infeksi HIV. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan perkembangan proses pengeditan gen. Lalu, embrio ditanam pada rahim ibunya, Grace. Walaupun kehamilan berlangsung normal, perkembangannya dipantau secara ketat dengan peralatan ultrasound dan tes darah.... |
Biologi_KelasXII_chunk_00152 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 235-254 | 143 | 0 | 7 | buang_kalimat_instruksional(7 kata) | strip_url_inline | Pada tahap selanjutnya, ia dan timnya memodifikasi embrio tujuh pasangan yang identitasnya dirahasiakan. Grace adalah hasil operasinya yang berhasil. Tujuan operasi ini, bukan untuk menyembuhkan atau mencegah penyakit turunan, tetapi untuk memberikan sifat unik pada Nana dan Lulu, yakni kemampuan melawan kemungkinan in... | Pada tahap selanjutnya, ia dan timnya memodifikasi embrio tujuh pasangan yang identitasnya dirahasiakan. Grace adalah hasil operasinya yang berhasil. Tujuan operasi ini, bukan untuk menyembuhkan atau mencegah penyakit turunan, tetapi untuk memberikan sifat unik pada Nana dan Lulu, yakni kemampuan melawan kemungkinan in... |
Biologi_KelasXII_chunk_00153 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 141 | 0 | 14 | buang_kalimat_instruksional(14 kata) | Etika yang dilanggar, yaitu mengubah gen bawaan atau sifat bawaan pada embrio yang seharusnya tidak tahan serangan HIV-AIDS dihilangkan atau diedit. Hal ini berarti melanggar sifat hakiki yang diberikan Tuhan sehingga tidak menghargai kehormatan dan harkat serta martabat manusia ciptaan Tuhan. Bagaimanapun perkembangan... | Pada Aktivitas 4.19, kalian menjadi lebih memahami batasan yang diperbolehkan dan dilarang dalam bioetika. Etika yang dilanggar, yaitu mengubah gen bawaan atau sifat bawaan pada embrio yang seharusnya tidak tahan serangan HIV-AIDS dihilangkan atau diedit. Hal ini berarti melanggar sifat hakiki yang diberikan Tuhan sehi... |
Biologi_KelasXII_chunk_00154 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 166 | 1 | 4 | buang_kalimat_instruksional(4 kata) | Inovasi apakah yang dapat kalian lakukan untuk menjaga keamanan produk bioteknologi bagi kesehatan dan lingkungan? Bagaimanakah seharusnya kalian bersikap pada inovasi teknologi biologi yang melibatkan manusia sebagai subjeknya? BAB 4 Inovasi Bioteknologi 245 UJI KOMPETENSI Jawablah soal-soal berikut ini sesuai karakte... | Inovasi apakah yang dapat kalian lakukan untuk menjaga keamanan produk bioteknologi bagi kesehatan dan lingkungan? Bagaimanakah seharusnya kalian bersikap pada inovasi teknologi biologi yang melibatkan manusia sebagai subjeknya? BAB 4 Inovasi Bioteknologi 245 UJI KOMPETENSI Jawablah soal-soal berikut ini sesuai karakte... |
Biologi_KelasXII_chunk_00155 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 140 | 0 | 10 | buang_kalimat_instruksional(10 kata) | trim_awal_kecil | Agen biologi pada proses pembuatan tempe menghasilkan bermacam enzim yang akan mengubah zat-zat makanan yang terkandung pada kedelai menjadi senyawa atau zat gizi yang lebih mudah larut dan diserap tubuh.. Buatlah bagan atau skema proses pemecahan macam macam zat makanan, jenis enzimnya dan hasil zat gizi yang dihasilk... | dan peranan agen biologinya mengubah gula menjadi alkohol 2. Agen biologi pada proses pembuatan tempe menghasilkan bermacam enzim yang akan mengubah zat-zat makanan yang terkandung pada kedelai menjadi senyawa atau zat gizi yang lebih mudah larut dan diserap tubuh. 246 Biologi untuk SMA/MA Kelas XII Buatlah bagan atau ... |
Biologi_KelasXII_chunk_00156 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 151 | 1 | 0 | null | Teknologi ini memperhatikan perbedaan kualitas kedelai lokal dan impor, tahapan pengasaman, pemilihan kultur jamur dan pengelolaan air limbahnya, terutama jika dilakukan di perkotaan. Khusus teknik pengasamannya yang dipilih adalah asam glukonat yang diperoleh dari senyawa glucono delta-lactone atau sering disingkat se... | Teknologi ini memperhatikan perbedaan kualitas kedelai lokal dan impor, tahapan pengasaman, pemilihan kultur jamur dan pengelolaan air limbahnya, terutama jika dilakukan di perkotaan. Khusus teknik pengasamannya yang dipilih adalah asam glukonat yang diperoleh dari senyawa glucono delta-lactone atau sering disingkat se... |
Biologi_KelasXII_chunk_00157 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 159 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Proses pembuatan kedelai transgenik dilakukan dengan teknologi rekayasa genetika Kultur murni Jamur Rhizopus oligosporus sebagai agen biologi dalam pembuatan tempe merupakan hasil rekayasa genetika Pengelolaan limbah proses pembuatan tempe dapat dilakukan dengan teknologi bioremediasi Seluk beluk penerapan teknologi te... | Proses pembuatan kedelai transgenik dilakukan dengan teknologi rekayasa genetika Kultur murni Jamur Rhizopus oligosporus sebagai agen biologi dalam pembuatan tempe merupakan hasil rekayasa genetika Pengelolaan limbah proses pembuatan tempe dapat dilakukan dengan teknologi bioremediasi Seluk beluk penerapan teknologi te... |
Biologi_KelasXII_chunk_00158 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 134 | 0 | 14 | buang_kalimat_instruksional(14 kata) | hapus_subjudul | Modern Bidang kehidupan: Pangan, Pertanian, Peternakan, Lingkungan Kesehatan, Energi Jodohkan masing masing komponen bioteknologi di atas dengan memasukkannya pada kolom dan baris tabel berikut ini! BAB 4 Inovasi Bioteknologi 247 No Nama Produk Macam Teknologi Janis Bioteknolgi Bidang kehidupan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 5. ... | Modern Bidang kehidupan: 1) Pangan, 2) Pertanian, 3) Peternakan, 4) Lingkungan 5) Kesehatan, 7) Energi Jodohkan masing masing komponen bioteknologi di atas dengan memasukkannya pada kolom dan baris tabel berikut ini! BAB 4 Inovasi Bioteknologi 247 No Nama Produk Macam Teknologi Janis Bioteknolgi Bidang kehidupan 1 2 3 ... |
Biologi_KelasXII_chunk_00159 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 138 | 0 | 26 | buang_kalimat_instruksional(26 kata) | Peranan kultur jaringan Kultur jaringan dalam perkembangan tidak hanya digunakan untuk menyiapkan bibit yang bersifat unggul dari induk aslinya, namun setelah penerapan rekayasa genetika pada tanaman sekarang lebih banyak digunakan untuk mengembangkan bibit dalam jumlah banyak dan seragam pada tanaman transgenik. Berik... | Peranan kultur jaringan Kultur jaringan dalam perkembangan tidak hanya digunakan untuk menyiapkan bibit yang bersifat unggul dari induk aslinya, namun setelah penerapan rekayasa genetika pada tanaman sekarang lebih banyak digunakan untuk mengembangkan bibit dalam jumlah banyak dan seragam pada tanaman transgenik. Berik... |
Biologi_KelasXII_chunk_00160 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 136 | 0 | 19 | buang_kalimat_instruksional(19 kata) | Mangga yang mengandung glukomanan yang dapat membunuh sel kanker. Pasangan antara nomor/label 1,2,3 dan X pada gambar dengan tahapan yang benar adalah …. BAB 4 Inovasi Bioteknologi 249 Kloning Manusia Stem Cell Penyuntingan Gen Saran yang tepat untuk pemanfaatan ketiga teknologi pada manusia di atas adalah …. Stem cell... | Mangga yang mengandung glukomanan yang dapat membunuh sel kanker. Perhatikan gambar berikut ini! Pasangan antara nomor/label 1,2,3 dan X pada gambar dengan tahapan yang benar adalah …. Nomor /label pada gambar Tahapan rekayasa genetika Perhatikan infografis rekayasa genetika pada manusia berikut ini! BAB 4 Inovasi Biot... |
Biologi_KelasXII_chunk_00161 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 166 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | Kloning manusia sebaiknya digunakan untuk membantu pasangan suami isteri untuk mendapatkan keturunan dari gen kedua orang tuanya d. Stem cell sebaiknya hanya dapat digunakan untuk memperbaiki sifat gen yang rusak karena infeksi virus e. Penyuntingan gen sebaiknya diperuntukkan untuk merubah sifat asli manusia sehingga ... | Kloning manusia sebaiknya digunakan untuk membantu pasangan suami isteri untuk mendapatkan keturunan dari gen kedua orang tuanya d. Stem cell sebaiknya hanya dapat digunakan untuk memperbaiki sifat gen yang rusak karena infeksi virus e. Penyuntingan gen sebaiknya diperuntukkan untuk merubah sifat asli manusia sehingga ... |
Biologi_KelasXII_chunk_00162 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 157 | 0 | 0 | null | Perbanyakan ternak dengan teknik kloning dapat dilakukan dengan kloning terapeutik (B/S) e. x yang bersumber pada sel embrionik yang bersifat pluripotent, jika ada salah satu sel tidak dapat berkembang dapat menjadi tumorigenik yang dapat menyebabkan kanker (B/S) Tentukan pernyataan berikut ini benar atau salah! Ditemu... | Perbanyakan ternak dengan teknik kloning dapat dilakukan dengan kloning terapeutik (B/S) e. x yang bersumber pada sel embrionik yang bersifat pluripotent, jika ada salah satu sel tidak dapat berkembang dapat menjadi tumorigenik yang dapat menyebabkan kanker (B/S) Tentukan pernyataan berikut ini benar atau salah! Ditemu... |
Biologi_KelasXII_chunk_00163 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 168 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Pengujian kandidat vaksin fase tiga dengan sampel 1.000 - 5.000 orang karena tujuannya untuk memastikan keamanan, efektivitas, serta keuntungan yang melebihi risiko penggunaan dengan memantau respons kekebalan tubuh dan efek samping vaksin dalam jangka waktu tertentu (B/S) e. Penyuntingan gen dapat terjadi karena adany... | Pengujian kandidat vaksin fase tiga dengan sampel 1.000 - 5.000 orang karena tujuannya untuk memastikan keamanan, efektivitas, serta keuntungan yang melebihi risiko penggunaan dengan memantau respons kekebalan tubuh dan efek samping vaksin dalam jangka waktu tertentu (B/S) e. Penyuntingan gen dapat terjadi karena adany... |
Biologi_KelasXII_chunk_00164 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 158 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | Penyuntingan gen yang menghasilkan manusia yang tahan terhadap virus HIV dapat diterima secara etik untuk mencegah penyakit HIV (B/S) d. Penyuntikan hormon pertumbuhan dan antibiotik hasil rekayasa genetika melebihi dosis anjuran pada ayam pedaging merupakan tindakan yang kurang bertanggungjawab karena dapat menyebabka... | Penyuntingan gen yang menghasilkan manusia yang tahan terhadap virus HIV dapat diterima secara etik untuk mencegah penyakit HIV (B/S) d. Penyuntikan hormon pertumbuhan dan antibiotik hasil rekayasa genetika melebihi dosis anjuran pada ayam pedaging merupakan tindakan yang kurang bertanggungjawab karena dapat menyebabka... |
Biologi_KelasXII_chunk_00165 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 158 | 0 | 0 | null | Semakin menumpuknya data genom makhluk hidup maka program untuk mengumpulkan, mensistemasi, dan melakukan anotasi atau identifikasi fungsi gen harus semakin canggih. Produk teknologi baru bioinformatika mempunyai pasar yang menjanjikan untuk komersialisasi software. Selain permintaan produk teknologi untuk diagnostik l... | Semakin menumpuknya data genom makhluk hidup maka program untuk mengumpulkan, mensistemasi, dan melakukan anotasi atau identifikasi fungsi gen harus semakin canggih. Produk teknologi baru bioinformatika mempunyai pasar yang menjanjikan untuk komersialisasi software. Selain permintaan produk teknologi untuk diagnostik l... |
Biologi_KelasXII_chunk_00166 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 158 | 0 | 0 | null | DNA templet DNA cetakan dalam pembetukan molekul komplementer RNA-d. double helix pita ganda benang DNA yang saling komplemen. diploid keadaan sel yang kromosomnya berpasangan (2n). enzim zat yang berfungsi mempercepat reaksi, namun tidak mengalami perubahan selama reaksi sehingga dapat digunakan berulang. evolusi peru... | DNA templet DNA cetakan dalam pembetukan molekul komplementer RNA-d. double helix pita ganda benang DNA yang saling komplemen. diploid keadaan sel yang kromosomnya berpasangan (2n). enzim zat yang berfungsi mempercepat reaksi, namun tidak mengalami perubahan selama reaksi sehingga dapat digunakan berulang. evolusi peru... |
Biologi_KelasXII_chunk_00167 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 154 | 0 | 0 | null | NADPH koenzim yang berfungsi sebagai pengangkut elektron, terbentuk ketika NADP+ (nicotinamide adenine dinucleotide phosphate) menerima elektron dan proton membentuk NADPH. nukleosida nukleotida yang kehilangan satu unsur penyusunnya. nukleotida unit terkecil penyusun DNA atau RNA yang tersusun atas molekul gula (deoks... | NADPH koenzim yang berfungsi sebagai pengangkut elektron, terbentuk ketika NADP+ (nicotinamide adenine dinucleotide phosphate) menerima elektron dan proton membentuk NADPH. nukleosida nukleotida yang kehilangan satu unsur penyusunnya. nukleotida unit terkecil penyusun DNA atau RNA yang tersusun atas molekul gula (deoks... |
Biologi_KelasXII_chunk_00168 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 116 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | trim_awal_kecil | Daftar Pustaka Albert, B dkk. Molecular Biology of the Cell Garland Science. New York: Francis Group. Arifin, Husnul. The Origin of Species: Asal Usul Makhluk Hidup/ Charles Darwin. Yogyakarta: Narasi. Ariningsih, E. "Prospek Penerapan Teknologi Nano dalam Pertanian". Forum Penelitian Agro Ekonomi. Campbell dkk. Biolog... | metabolism) tetrad bentuk ikatan dari kromatid karena kromosom homolog mengganda, terdiri atas empat kromatid pada satu sentromer. vaksin bibit penyakit yang dilemahkan atau dimatikan yang bertujuan untuk memperoleh imunitas. 258 Biologi untuk SMA/MA Kelas XII Daftar Pustaka Albert, B dkk. Molecular Biology of the Cell... |
Biologi_KelasXII_chunk_00169 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 255-274 | 136 | 1 | 2 | buang_kalimat_instruksional(2 kata) | strip_url_inline | strip_frag_url | trim_awal_kecil | Beda Vaksin Covid-19: Nusantara & Merah Putih. Diunggah oleh KompasTV. 2 Maret 2021. Kurnia, IGA Maya. (2015, 6 April). Kultur Jaringan pada Pisang. Diakses pada 10 Juli 2022 dari Maftuha, Lilis dkk. KLONING BIOTEKNOLOGI Program Studi Pendidikan Biologi. Dari Manis, Si. Pengertian Kloning, Jenis-Jenis dan Manfaat Kloni... | co.id/2018/01/30/zhong-zhong-dan-hua-hua-monyet-hasil-kloning-ini-akan-hidup- menderita/ KompasTV. Beda Vaksin Covid-19: Nusantara & Merah Putih. Diunggah oleh KompasTV. 2 Maret 2021. https://www.youtube.com/watch?v=628XpPiTdN4 Kurnia, IGA Maya. (2015, 6 April). Kultur Jaringan pada Pisang. Diakses pada 10 Juli 2022 da... |
Biologi_KelasXII_chunk_00170 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 275-280 | 150 | 0 | 8 | buang_kalimat_instruksional(8 kata) | Pemanfaatan ekstrak kalus Morinda citrifolia (Mengkudu) sebagai Biopestisida terhadap Bactrocera dorsalis Hend. Implikasi pendidikan karakter berbasis budaya Islam terhadap prestasi belajar Biologi dan karakter siswa SMA. Programe Development for Debriefing of Biotechnology Pedagogical Content Knowledge (PCK) through l... | Pemanfaatan ekstrak kalus Morinda citrifolia (Mengkudu) sebagai Biopestisida terhadap Bactrocera dorsalis Hend. Implikasi pendidikan karakter berbasis budaya Islam terhadap prestasi belajar Biologi dan karakter siswa SMA. Programe Development for Debriefing of Biotechnology Pedagogical Content Knowledge (PCK) through l... |
Biologi_KelasXII_chunk_00171 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 275-280 | 159 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Formation flavonoid secondary metabolites in callus culture of Chrysanthemum cinerariofolium as alternative provision medicine. Upaya Pelestarian tanaman edelweiss (Anaphalis javanica) dengan metode kultur jaringan. Formation flavonoid secondary metabolites in callus culture of Chrysanthemum cinerariofolium as alternat... | Formation flavonoid secondary metabolites in callus culture of Chrysanthemum cinerariofolium as alternative provision medicine. Upaya Pelestarian tanaman edelweiss (Anaphalis javanica) dengan metode kultur jaringan. Formation flavonoid secondary metabolites in callus culture of Chrysanthemum cinerariofolium as alternat... |
Biologi_KelasXII_chunk_00172 | Biologi_BS_KLS_XII_Rev.pdf | BSE | Biologi | SMA/MA | Kelas XII | 275-280 | 151 | 0 | 0 | null | Program Pembekalan Kemampuan Pedagogical content Knowledge (PCK) Bioteknologi melalui Penguasaan konsep-konsep dasar, bagi mahasiswa calon guru Biologi. (Penelitian Hibah Doktor, DIKTI, 2010). Penelitian disertasi berjudul Pengembangan Program Pembekalan Pedagogical Content Knowledge (PCK) Bioteknologi melalui Perkulia... | Program Pembekalan Kemampuan Pedagogical content Knowledge (PCK) Bioteknologi melalui Penguasaan konsep-konsep dasar, bagi mahasiswa calon guru Biologi. (Penelitian Hibah Doktor, DIKTI, 2010). Penelitian disertasi berjudul Pengembangan Program Pembekalan Pedagogical Content Knowledge (PCK) Bioteknologi melalui Perkulia... |
Geografi_KelasXII_chunk_00001 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 150 | 0 | 0 | null | Posisi Indonesia di persimpangan lalu lintas dunia yang memberi akses besar bagi kerja sama dengan negara-negara lain. Potensi sumber daya alam yang beragam dan tinggi akan menjadi sumber daya pembangunan yang besar. Keragaman hayati memberikan alternatif yang besar sebagai sumber daya hayati yang dapat diperbarui. Lin... | Posisi Indonesia di persimpangan lalu lintas dunia yang memberi akses besar bagi kerja sama dengan negara-negara lain. Potensi sumber daya alam yang beragam dan tinggi akan menjadi sumber daya pembangunan yang besar. Keragaman hayati memberikan alternatif yang besar sebagai sumber daya hayati yang dapat diperbarui. Lin... |
Geografi_KelasXII_chunk_00002 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 157 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | Demikian juga indeks kebahagiaan menjadi materi penting yang dipelajari di kelas XII. Indeks kebahagiaan mencerminkan standar kesejahteraan dan perkembangan sosial masyarakat. Kebahagiaan dipengaruhi kepuasan hidup, perasaan, dan makna hidup. Pengembangan wilayah dan tata ruang diharapkan dapat meningkatkan indeks keba... | Demikian juga indeks kebahagiaan menjadi materi penting yang dipelajari di kelas XII. Indeks kebahagiaan mencerminkan standar kesejahteraan dan perkembangan sosial masyarakat. Kebahagiaan dipengaruhi kepuasan hidup, perasaan, dan makna hidup. Pengembangan wilayah dan tata ruang diharapkan dapat meningkatkan indeks keba... |
Geografi_KelasXII_chunk_00003 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 164 | 0 | 0 | null | Misalnya ada wilayah pertanian, wilayah industri, wilayah pesisir, wilayah perdesaan, wilayah perkotaan, dan sebagainya. Wilayah-wilayah tersebut tentu menggambarkan corak spesifik seperti namanya. Misalnya wilayah pertanian menggambarkan usaha pertanian yang relatif luas, wilayah industri mencerminkan usaha berbagai i... | Misalnya ada wilayah pertanian, wilayah industri, wilayah pesisir, wilayah perdesaan, wilayah perkotaan, dan sebagainya. Wilayah-wilayah tersebut tentu menggambarkan corak spesifik seperti namanya. Misalnya wilayah pertanian menggambarkan usaha pertanian yang relatif luas, wilayah industri mencerminkan usaha berbagai i... |
Geografi_KelasXII_chunk_00004 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 140 | 0 | 1 | buang_kalimat_instruksional(1 kata) | hapus_header_bab | hapus_subjudul | Proses identifikasi dan pengelompokan menjadi wilayah tertentu disebut perwilayahan. Istilah perwilayahan dapat juga diartikan sebagai proses identifikasi dan pengelompokan wilayah berdasarkan persamaan dan perbedaan karakteristiknya dengan wilayah lain. Praktik dalam perwilayahan dilakukan dengan memperhatikan kriteri... | Proses identifikasi dan pengelompokan menjadi wilayah tertentu disebut perwilayahan. Istilah perwilayahan dapat juga diartikan sebagai proses identifikasi dan pengelompokan wilayah berdasarkan persamaan dan perbedaan karakteristiknya dengan wilayah lain. Praktik dalam perwilayahan dilakukan dengan memperhatikan kriteri... |
Geografi_KelasXII_chunk_00005 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 139 | 0 | 12 | buang_kalimat_instruksional(12 kata) | Perhatikan lebih lanjut wilayah kabupaten/kota/daerah khusus tempat kalian tinggal secara langsung dan tidak langsung melalui pengamatan peta/map, atau media cetak/digital. Kenalilah lokasinya secara absolut dan relatif, kenampakan fisik/ pemanfaatan lahan, dan nonfisik (kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat)... | Perhatikan lebih lanjut wilayah kabupaten/kota/daerah khusus tempat kalian tinggal secara langsung dan tidak langsung melalui pengamatan peta/map, atau media cetak/digital. Kenalilah lokasinya secara absolut dan relatif, kenampakan fisik/ pemanfaatan lahan, dan nonfisik (kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat)... |
Geografi_KelasXII_chunk_00006 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 152 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | hapus_subjudul | Prinsip diperlukan sebagai landasan berpikir dalam menyikapi permasalahan kewilayahan yang terjadi. Teori-teori kewilayahan diperlukan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi. Tujuan Pengembangan Wilayah Ada beberapa tujuan pengembangan wilayah yang perlu diperhatikan agar arah yang dituju tercapai, yaitu sebagai berik... | Prinsip diperlukan sebagai landasan berpikir dalam menyikapi permasalahan kewilayahan yang terjadi. Teori-teori kewilayahan diperlukan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi. Tujuan Pengembangan Wilayah Ada beberapa tujuan pengembangan wilayah yang perlu diperhatikan agar arah yang dituju tercapai, yaitu sebagai berik... |
Geografi_KelasXII_chunk_00007 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 141 | 0 | 18 | buang_kalimat_instruksional(18 kata) | hapus_subjudul | Perekonomian yang kondusif ini sering kali diasosiasikan dengan stabilnya harga barang/ jasa, meningkatnya daya beli masyarakat, serta meningkatnya pendapatan nasional. Stabilitas ekonomi menjadi salah satu fokus utama pengembangan wilayah karena berkaitan dengan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat. Mendoro... | Perekonomian yang kondusif ini sering kali diasosiasikan dengan stabilnya harga barang/ jasa, meningkatnya daya beli masyarakat, serta meningkatnya pendapatan nasional. Stabilitas ekonomi menjadi salah satu fokus utama pengembangan wilayah karena berkaitan dengan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat. 3) Mend... |
Geografi_KelasXII_chunk_00008 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 136 | 0 | 8 | buang_kalimat_instruksional(8 kata) | hapus_header_bab | Bagaimana ketercapaian masing-masing tujuan tersebut di wilayah kalian masing-masing. Prinsip dan Teori-Teori Pengembangan Wilayah Implementasi pengembangan wilayah dilandasi oleh beberapa prinsip. Ada empat prinsip dasar pengembangan wilayah yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut (Mulyanto, 2008). Pengembangan... | Bagaimana ketercapaian masing-masing tujuan tersebut di wilayah kalian masing-masing. Tujuan mana yang lebih banyak tercapai dari ketiganya? Prinsip dan Teori-Teori Pengembangan Wilayah Implementasi pengembangan wilayah dilandasi oleh beberapa prinsip. Ada empat prinsip dasar pengembangan wilayah yang perlu diperhatika... |
Geografi_KelasXII_chunk_00009 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 166 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Teori-teori dalam pengembangan wilayah berfokus pada tiga pilar utama, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, dan teknologi. Ketiga pilar tersebut merupakan elemen esensial yang dapat mendorong pelaksanaan pengembangan wilayah secara optimal, tetapi tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan alam (Mahi, 2016; A... | Teori-teori dalam pengembangan wilayah berfokus pada tiga pilar utama, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, dan teknologi. Ketiga pilar tersebut merupakan elemen esensial yang dapat mendorong pelaksanaan pengembangan wilayah secara optimal, tetapi tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan alam (Mahi, 2016; A... |
Geografi_KelasXII_chunk_00010 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 162 | 0 | 7 | buang_kalimat_instruksional(7 kata) | Situasi inilah yang kemudian disebut dengan istilah penjalaran (spread) (Gulo, 2015; Rustiadi et al., 2017). Pesatnya aktivitas ekonomi di wilayah kutub pertumbuhan juga turut mendorong aliran investasi ke arah wilayah di bawahnya (wilayah dengan hierarki ekonomi yang lebih kecil). Fenomena ini kemudian dikenal dengan ... | Situasi inilah yang kemudian disebut dengan istilah penjalaran (spread) (Gulo, 2015; Rustiadi et al., 2017). Pesatnya aktivitas ekonomi di wilayah kutub pertumbuhan juga turut mendorong aliran investasi ke arah wilayah di bawahnya (wilayah dengan hierarki ekonomi yang lebih kecil). Fenomena ini kemudian dikenal dengan ... |
Geografi_KelasXII_chunk_00011 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 147 | 0 | 7 | buang_kalimat_instruksional(7 kata) | Letak kutub pertumbuhan dalam teori ini merujuk pada suatu daerah yang memiliki industri kunci dan pusat berbagai kegiatan ekonomi yang berpotensi mendorong tumbuhnya industri lain di sekitarnya (Adisasmita, 2016). karakteristik wilayah yang dapat dijadikan sebagai lokasi kutub pertumbuhan, antara lain sebagai berikut.... | Letak kutub pertumbuhan dalam teori ini merujuk pada suatu daerah yang memiliki industri kunci dan pusat berbagai kegiatan ekonomi yang berpotensi mendorong tumbuhnya industri lain di sekitarnya (Adisasmita, 2016). Adapun 14 Geografi untuk SMA/MA Kelas XII karakteristik wilayah yang dapat dijadikan sebagai lokasi kutub... |
Geografi_KelasXII_chunk_00012 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 152 | 0 | 0 | trim_awal_kecil | Adanya konsentrasi geografis dalam suatu wilayah. Konsentrasi geografis dimaksudkan sebagai keberagaman sumber daya alam dan sumber daya manusia yang terpusat di suatu wilayah. Potensi tersebut merupakan modal awal terbentuknya beragam aktivitas ekonomi seperti pertukaran barang dan jasa. Kegiatan ekonomi yang terpusat... | c) Adanya konsentrasi geografis dalam suatu wilayah. Konsentrasi geografis dimaksudkan sebagai keberagaman sumber daya alam dan sumber daya manusia yang terpusat di suatu wilayah. Potensi tersebut merupakan modal awal terbentuknya beragam aktivitas ekonomi seperti pertukaran barang dan jasa. Kegiatan ekonomi yang terpu... |
Geografi_KelasXII_chunk_00013 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 171 | 0 | 0 | null | Landasan berpikir (asumsi dasar) teori ini berfokus untuk mengelola lokasi kegiatan ekonomi semaksimal mungkin agar seluruh ruang wilayah dapat memberikan manfaat dan nilai tambah yang optimal. Teori ini terus mengalami perkembangan seiring dengan berubahnya mekanisme pasar dan pelaku ekonomi. Beberapa teori dasar yang... | Landasan berpikir (asumsi dasar) teori ini berfokus untuk mengelola lokasi kegiatan ekonomi semaksimal mungkin agar seluruh ruang wilayah dapat memberikan manfaat dan nilai tambah yang optimal. Teori ini terus mengalami perkembangan seiring dengan berubahnya mekanisme pasar dan pelaku ekonomi. Beberapa teori dasar yang... |
Geografi_KelasXII_chunk_00014 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 165 | 0 | 8 | buang_kalimat_instruksional(8 kata) | Dalam teori ini, transportasi, upah tenaga kerja, dan kekuatan aglomerasi merupakan tiga variabel penting yang berpengaruh terhadap penentuan lokasi industri. Teori ini sejatinya membebaskan setiap pelaku industri dalam menentukan lokasi optimum. Namun, Weber memberikan tiga skema analisis penentuan lokasi industri ber... | Dalam teori ini, transportasi, upah tenaga kerja, dan kekuatan aglomerasi merupakan tiga variabel penting yang berpengaruh terhadap penentuan lokasi industri. Teori ini sejatinya membebaskan setiap pelaku industri dalam menentukan lokasi optimum. Namun, Weber memberikan tiga skema analisis penentuan lokasi industri ber... |
Geografi_KelasXII_chunk_00015 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 144 | 0 | 0 | hapus_header_bab | Dengan demikian, untuk meminimalkan ongkos transportasi, maka lokasi industri sebaiknya diletakkan di dekat bahan baku. Pada skema segitiga C, apabila berat bahan baku dan produk akhir tidak mengalami perubahan yang signifikan (netral), maka lokasi industri dapat diletakkan di tengah antara lokasi bahan baku dan juga p... | Dengan demikian, untuk meminimalkan ongkos transportasi, maka lokasi industri sebaiknya diletakkan di dekat bahan baku. Pada skema segitiga C, apabila berat bahan baku dan produk akhir tidak mengalami perubahan yang signifikan (netral), maka lokasi industri dapat diletakkan di tengah antara lokasi bahan baku dan juga p... |
Geografi_KelasXII_chunk_00016 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 168 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | Adapun range merupakan jarak maksimum yang harus ditempuh oleh penduduk untuk mendapatkan barang/jasa di lokasi sentral (Adisasmita, 2008; Berry & Garrison, 1958). Lokasi sentral terbentuk akibat adanya interaksi antarwilayah perdagangan (pasar) yang digambarkan dalam bentuk lingkaran saling berhimpitan. Interaksi anta... | Adapun range merupakan jarak maksimum yang harus ditempuh oleh penduduk untuk mendapatkan barang/jasa di lokasi sentral (Adisasmita, 2008; Berry & Garrison, 1958). Lokasi sentral terbentuk akibat adanya interaksi antarwilayah perdagangan (pasar) yang digambarkan dalam bentuk lingkaran saling berhimpitan. Interaksi anta... |
Geografi_KelasXII_chunk_00017 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 159 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Ada beberapa asumsi dasar yang dijadikan acuan dalam teori ini, antara lain: memiliki topografi wilayah yang datar, mobilitas atau perpindahan dapat dilakukan ke segala arah, penduduk dan daya beli tersebar merata ke seluruh penjuru wilayah, serta pembeli mengutamakan jarak minimum untuk mencapai tujuan (Berry & Garris... | Ada beberapa asumsi dasar yang dijadikan acuan dalam teori ini, antara lain: memiliki topografi wilayah yang datar, mobilitas atau perpindahan dapat dilakukan ke segala arah, penduduk dan daya beli tersebar merata ke seluruh penjuru wilayah, serta pembeli mengutamakan jarak minimum untuk mencapai tujuan (Berry & Garris... |
Geografi_KelasXII_chunk_00018 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 103 | 0 | 35 | buang_kalimat_instruksional(35 kata) | hapus_header_bab | Bermula dari pemikiran Myrdal yang mengemukakan perlunya penyebaran fasilitas secara merata untuk mengurangi ketimpangan regional antar wilayah desa dan kota. Konsep dasar dalam paradigma ini menitikberatkan pada penyediaan fasilitas yang setara dengan kota untuk kesejahteraan masyarakat desa. Pelayanan tersebut dapat ... | Bermula dari pemikiran Myrdal yang mengemukakan perlunya penyebaran fasilitas secara merata untuk mengurangi ketimpangan regional antar wilayah desa dan kota. Konsep dasar dalam paradigma ini menitikberatkan pada penyediaan fasilitas yang setara dengan kota untuk kesejahteraan masyarakat desa. Pelayanan tersebut dapat ... |
Geografi_KelasXII_chunk_00019 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 129 | 0 | 19 | buang_kalimat_instruksional(19 kata) | strip_url_inline | hapus_header_bab | Tentukan teori mana yang sesuai untuk menjelaskan wilayah tersebut dan berilah argumentasinya. Pendekatan dan Arah Pengembangan Wilayah Nasional, Regional, dan Lokal Indonesia memiliki wilayah yang luas. Berdasarkan Undang-undang no 29 tahun 2002 tentang Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya terdiri 38 provinsi, 416 ka... | Tentukan teori mana yang sesuai untuk menjelaskan wilayah tersebut dan berilah argumentasinya. Bab 1 - Pengembangan Wilayah, Tata Ruang, dan Pengaruhnya terhadap Kebahagiaan 21 Untuk menambah dan memperdalam teori-teori pengembangan wilayah, silakan pindai kode QR di samping atau klik tautan di bawah. http://www.litban... |
Geografi_KelasXII_chunk_00020 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 15-34 | 125 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | hapus_subjudul | Jumlah penduduk yang terus bertambah tersebut tak pelak membutuhkan ruang baru untuk permukiman, industri, pertanian, dan keperluan wilayah lainnya. Pendekatan Pengembangan Wilayah Pengembangan wilayah merupakan serangkaian proses yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Pengembangan wil... | Jumlah penduduk yang terus bertambah tersebut tak pelak membutuhkan ruang baru untuk permukiman, industri, pertanian, dan keperluan wilayah lainnya. Pendekatan Pengembangan Wilayah Pengembangan wilayah merupakan serangkaian proses yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Pengembangan wil... |
Geografi_KelasXII_chunk_00021 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 144 | 0 | 0 | trim_awal_kecil | hapus_subjudul | Selain itu, memiliki jaringan jalan yang menghubungkan antar wilayah untuk kegiatan warga secara ekonomi, sosial, dan lain-lain. b) Pemanfaatan lahan Pemanfaatan lahan menggambarkan upaya memanfaatkan lahan untuk memperoleh hasil. Contohnya pemanfaatan lahan pertanian untuk pembangunan perumahan, pertokoan, dan perhote... | kegiatan sosial rekreatif (lapangan dan tempat). Selain itu, memiliki jaringan jalan yang menghubungkan antar wilayah untuk kegiatan warga secara ekonomi, sosial, dan lain-lain. b) Pemanfaatan lahan Pemanfaatan lahan menggambarkan upaya memanfaatkan lahan untuk memperoleh hasil. Contohnya pemanfaatan lahan pertanian un... |
Geografi_KelasXII_chunk_00022 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 147 | 0 | 10 | buang_kalimat_instruksional(10 kata) | hapus_subjudul | Implementasi pendekatan sektoral merupakan pelaksanaan pengem- bangan wilayah nasional yang merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Dokumen tersebut memuat serangkaian kebijakan lintas sektoral yang dijadikan sebagai panduan dalam pelaks... | Implementasi pendekatan sektoral merupakan pelaksanaan pengem- bangan wilayah nasional yang merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Dokumen tersebut memuat serangkaian kebijakan lintas sektoral yang dijadikan sebagai panduan dalam pelaks... |
Geografi_KelasXII_chunk_00023 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 152 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | hapus_subjudul | Pengembangan potensi ekonomi Arah pengembangannya dilakukan melalui pemberdayaan pusat-pusat pertumbuhan sesuai dengan potensi unggulan yang terdapat di setiap wilayah. Pembangunan konektivitas antarwilayah Arah pengembangannya dilakukan dengan memperluas pertumbuhan ekonomi dari pusat-pusat pertumbuhan ke wilayah peny... | 1) Pengembangan potensi ekonomi Arah pengembangannya dilakukan melalui pemberdayaan pusat-pusat pertumbuhan sesuai dengan potensi unggulan yang terdapat di setiap wilayah. 2) Pembangunan konektivitas antarwilayah Arah pengembangannya dilakukan dengan memperluas pertumbuhan ekonomi dari pusat-pusat pertumbuhan ke wilaya... |
Geografi_KelasXII_chunk_00024 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 149 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Peningkatan iklim usaha dan investasi Arah pengembangannya dilakukan dengan penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kawasan strategis dengan melimpahkan kewenangan perizinan dari kepala daerah kepada Kepala PTSP. Sejalan dengan pengembangan wilayah nasional, pelaksanaan pengem- bangan wilayah di tingkat ... | 5) Peningkatan iklim usaha dan investasi Arah pengembangannya dilakukan dengan penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kawasan strategis dengan melimpahkan kewenangan perizinan dari kepala daerah kepada Kepala PTSP. Sejalan dengan pengembangan wilayah nasional, pelaksanaan pengem- bangan wilayah di tingk... |
Geografi_KelasXII_chunk_00025 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 129 | 0 | 18 | buang_kalimat_instruksional(18 kata) | hapus_header_bab | Pelaksanaan pengembangan wilayah pada taraf lokal secara hierarkis mengacu pada dokumen perencanaan pembangunan wilayah administratif yang lebih besar. Sebagai contoh dalam perumusan RPJMD wilayah desa, meskipun diatur secara otonom, tetapi segala bentuk strategi dan arah pembangunan harus sesuai dengan visi dan misi w... | Pelaksanaan pengembangan wilayah pada taraf lokal secara hierarkis mengacu pada dokumen perencanaan pembangunan wilayah administratif yang lebih besar. Sebagai contoh dalam perumusan RPJMD wilayah desa, meskipun diatur secara otonom, tetapi segala bentuk strategi dan arah pembangunan harus sesuai dengan visi dan misi w... |
Geografi_KelasXII_chunk_00026 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 139 | 0 | 1 | buang_kalimat_instruksional(1 kata) | hapus_header_bab | hapus_subjudul | Apa saja permasalahan yang timbul dalam pengembangan wilayah berdasarkan element-elemen tersebut? Elemen dan Permasalahan Pengembangan Wilayah a. Elemen Pengembangan Wilayah Pengembangan wilayah merupakan proses pembangunan yang melibatkan beberapa elemen. Ada tiga elemen utama pengembangan wilayah, yaitu sumber daya a... | Apa saja permasalahan yang timbul dalam pengembangan wilayah berdasarkan element-elemen tersebut? Bab 1 - Pengembangan Wilayah, Tata Ruang, dan Pengaruhnya terhadap Kebahagiaan 25 6. Elemen dan Permasalahan Pengembangan Wilayah a. Elemen Pengembangan Wilayah Pengembangan wilayah merupakan proses pembangunan yang meliba... |
Geografi_KelasXII_chunk_00027 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 152 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Sumber daya manusia yang memadai akan sangat mempengaruhi keberhasilan dalam pengembangan suatu wilayah. Teknologi Teknologi dalam pengembangan wilayah berperan sebagai alat bantu untuk memudahkan proses pembangunan. Penggunaan teknologi yang tepat akan mendorong optimalisasi dan efisiensi dalam kegiatan pembangunan. H... | Sumber daya manusia yang memadai akan sangat mempengaruhi keberhasilan dalam pengembangan suatu wilayah. 3) Teknologi Teknologi dalam pengembangan wilayah berperan sebagai alat bantu untuk memudahkan proses pembangunan. Penggunaan teknologi yang tepat akan mendorong optimalisasi dan efisiensi dalam kegiatan pembangunan... |
Geografi_KelasXII_chunk_00028 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 165 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | hapus_subjudul | Hal ini karena Indonesia masih dihadapkan pada masalah kesenjangan antarwilayah dan permasalahan pembangunan lainnya, seperti infrastruktur jalan yang masih kurang memadai dan teknologi yang perlu peningkatan. Masalah kesenjangan antarwilayah terlihat dari kesenjangan wilayah barat dengan wilayah timur, kesenjangan wil... | Hal ini karena Indonesia masih dihadapkan pada masalah kesenjangan antarwilayah dan permasalahan pembangunan lainnya, seperti infrastruktur jalan yang masih kurang memadai dan teknologi yang perlu peningkatan. Masalah kesenjangan antarwilayah terlihat dari kesenjangan wilayah barat dengan wilayah timur, kesenjangan wil... |
Geografi_KelasXII_chunk_00029 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 147 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Persebaran sumber daya yang tidak merata Ketidakmerataan persebaran sumber daya di Indonesia tercermin dari banyaknya produk unggulan dan lokasi strategis yang belum dikembangkan secara optimal. Hal ini dikarenakan lokasi potensial tersebut letaknya jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi sehingga informasi pasar dan tekno... | 1) Persebaran sumber daya yang tidak merata Ketidakmerataan persebaran sumber daya di Indonesia tercermin dari banyaknya produk unggulan dan lokasi strategis yang belum dikembangkan secara optimal. Hal ini dikarenakan lokasi potensial tersebut letaknya jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi sehingga informasi pasar dan te... |
Geografi_KelasXII_chunk_00030 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 148 | 0 | 0 | hapus_header_bab | hapus_subjudul | Akses fasilitas antarwilayah yang kurang merata Kondisi yang timpang dalam pembangunan wilayah nasional juga terjadi pada aspek pelayanan. Sejumlah infrastruktur dan lembaga pelayanan publik lebih banyak terkonsentrasi di daerah perkotaan (Sukwika, 2018). Keterbatasan di wilayah-wilayah tertinggal Wilayah-wilayah terti... | 3) Akses fasilitas antarwilayah yang kurang merata Kondisi yang timpang dalam pembangunan wilayah nasional juga terjadi pada aspek pelayanan. Sejumlah infrastruktur dan lembaga pelayanan publik lebih banyak terkonsentrasi di daerah perkotaan (Sukwika, 2018). 4) Keterbatasan di wilayah-wilayah tertinggal Wilayah-wilayah... |
Geografi_KelasXII_chunk_00031 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 160 | 0 | 0 | hapus_header_bab | hapus_subjudul | Dampak praktik pembangunan seperti ini memang memberikan keuntungan ekonomi jangka pendek, tetapi juga memberikan potensi kerugian dan krisis lingkungan jangka panjang (Samli, 2012). Permasalahan yang berkaitan dengan pengembangan wilayah apabila tidak diantisipasi, akan menimbulkan hambatan bahkan gangguan bagi pelaks... | Dampak praktik pembangunan seperti ini memang memberikan keuntungan ekonomi jangka pendek, tetapi juga memberikan potensi kerugian dan krisis lingkungan jangka panjang (Samli, 2012). Bab 1 - Pengembangan Wilayah, Tata Ruang, dan Pengaruhnya terhadap Kebahagiaan 27 Permasalahan yang berkaitan dengan pengembangan wilayah... |
Geografi_KelasXII_chunk_00032 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 160 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Sinkronisasi ini adalah langkah penting dalam mendukung peluang usaha dan investasi di tingkat daerah (Firdaus, 2013). Memprioritaskan pengembangan wilayah terpencil dan tertinggal Implementasi pengembangan wilayah selain berfokus pada kawasan strategis dan cepat tumbuh, juga perlu memperhatikan pertumbuhan ekonomi pad... | Sinkronisasi ini adalah langkah penting dalam mendukung peluang usaha dan investasi di tingkat daerah (Firdaus, 2013). 2) Memprioritaskan pengembangan wilayah terpencil dan tertinggal Implementasi pengembangan wilayah selain berfokus pada kawasan strategis dan cepat tumbuh, juga perlu memperhatikan pertumbuhan ekonomi ... |
Geografi_KelasXII_chunk_00033 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 156 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | hapus_subjudul | Menekan kesenjangan antarwilayah Tujuan utama dari pengurangan kesenjangan antarwilayah ialah untuk menyetarakan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, baik di lingkup lokal maupun nasional. Upaya pemerataan ini perlu memperhatikan potensi dan peluang dari keunggulan sumber daya alam yang selama ini belum optimal... | 4) Menekan kesenjangan antarwilayah Tujuan utama dari pengurangan kesenjangan antarwilayah ialah untuk menyetarakan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, baik di lingkup lokal maupun nasional. Upaya pemerataan ini perlu memperhatikan potensi dan peluang dari keunggulan sumber daya alam yang selama ini belum opti... |
Geografi_KelasXII_chunk_00034 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 152 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Mengembangkan sektor agroindustri padat pekerja untuk kawasan perdesaan Pembangunan perdesaan didorong melalui pengembangan agroindustri padat pekerja, terutama bagi sektor pertanian dan kelautan. Hal ini dapat pula didukung oleh peningkatan kapasitas sumber daya manusia di perdesaan, pengembangan jaringan infrastruktu... | 6) Mengembangkan sektor agroindustri padat pekerja untuk kawasan perdesaan Pembangunan perdesaan didorong melalui pengembangan agroindustri padat pekerja, terutama bagi sektor pertanian dan kelautan. Hal ini dapat pula didukung oleh peningkatan kapasitas sumber daya manusia di perdesaan, pengembangan jaringan infrastru... |
Geografi_KelasXII_chunk_00035 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 91 | 0 | 55 | buang_kalimat_instruksional(55 kata) | strip_url_inline | buang_ayo_berpikir(1) | hapus_header_bab | hapus_subjudul | Mengoptimalkan kebijakan tata ruang wilayah Pengembangan wilayah perlu memperhatikan aspek penataan ruang yang tepat sehingga terjadi kesinambungan antara perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian tata ruang. Kebijakan penataan ruang harus memuat arahan lokasi kegiatan, batasan kemampuan lahan, termasuk di dalamnya ad... | 7) Mengoptimalkan kebijakan tata ruang wilayah Pengembangan wilayah perlu memperhatikan aspek penataan ruang yang tepat sehingga terjadi kesinambungan antara perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian tata ruang. Kebijakan penataan ruang harus memuat arahan lokasi kegiatan, batasan kemampuan lahan, termasuk di dalamnya... |
Geografi_KelasXII_chunk_00036 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 148 | 0 | 13 | buang_kalimat_instruksional(13 kata) | Untuk pengembangan wilayah, sektor-sektor apa saja yang sedang dikembangkan oleh pemerintah derah? Data dan informasinya dapat dikumpulkan dari sumber-sumber daring atau luring. Apa saja permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan wilayah tersebut? Pengembangan Desa dan Kota Sebagian dari kalian tentu ada yang tingga... | Untuk pengembangan wilayah, sektor-sektor apa saja yang sedang dikembangkan oleh pemerintah derah? Data dan informasinya dapat dikumpulkan dari sumber-sumber daring atau luring. Apa saja permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan wilayah tersebut? Gagasan-gagasan baru apa yang dapat kalian usulkan untuk mengatasi pe... |
Geografi_KelasXII_chunk_00037 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 117 | 0 | 39 | buang_kalimat_instruksional(39 kata) | buang_lihat_tabel(1) | Dinamika perubahan penduduk yang demikian tentu akan berdampak terhadap wilayah perkotaan. Wilayah perkotaan akan semakin meluas dan sebaliknya wilayah perdesaan semakin berkurang luasnya. Artinya, semakin banyak fasilitas perkotaan yang perlu disediakan, seperti pasar tradisional dan modern, ruang terbuka umum dan pri... | Dinamika perubahan penduduk yang demikian tentu akan berdampak terhadap wilayah perkotaan. Wilayah perkotaan akan semakin meluas dan sebaliknya wilayah perdesaan semakin berkurang luasnya. Artinya, semakin banyak fasilitas perkotaan yang perlu disediakan, seperti pasar tradisional dan modern, ruang terbuka umum dan pri... |
Geografi_KelasXII_chunk_00038 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 162 | 0 | 0 | hapus_header_bab | Pengertian Desa dan Perdesaan Desa secara harfiah berasal dari bahasa India, yaitu swadesi yang artinya negeri asal, tempat asal, atau tanah leluhur. Pengertian desa seringkali diasosiasikan dengan sistem sosial terkecil yang terletak di wilayah yang jauh dari perkotaan. Definisi mengenai desa sendiri telah diatur dala... | Pengertian Desa dan Perdesaan Desa secara harfiah berasal dari bahasa India, yaitu swadesi yang artinya negeri asal, tempat asal, atau tanah leluhur. Pengertian desa seringkali diasosiasikan dengan sistem sosial terkecil yang terletak di wilayah yang jauh dari perkotaan. Definisi mengenai desa sendiri telah diatur dala... |
Geografi_KelasXII_chunk_00039 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 153 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | hapus_subjudul | Begitu pula dengan desa. Ada beberapa unsur yang membedakan wilayah desa dengan wilayah kota, antara lain sebagai berikut (Kustiwan, 2014). Sistem sosial Sistem sosial masyarakat desa erat kaitannya dengan kebudayaan tradisional, adat istiadat, dan norma yang berlaku. Hal ini membuat segala bentuk kegiatan dan hukum. H... | Begitu pula dengan desa. Ada beberapa unsur yang membedakan wilayah desa dengan wilayah kota, antara lain sebagai berikut (Kustiwan, 2014). 1) Sistem sosial Sistem sosial masyarakat desa erat kaitannya dengan kebudayaan tradisional, adat istiadat, dan norma yang berlaku. Hal ini membuat segala bentuk kegiatan dan hukum... |
Geografi_KelasXII_chunk_00040 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 149 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Hubungan masyarakat Hubungan antar masyarakat desa cenderung masih sangat erat, ditandai dengan sistem gotong royong yang menjadi salah satu ciri khas dari kegiatan-kegiatan di desa. Hal ini karena masyarakat desa hidup berdampingan dan menganggap tetangganya sebagai keluarga. Struktur data kependudukan Kawasan perdesa... | 4) Hubungan masyarakat Hubungan antar masyarakat desa cenderung masih sangat erat, ditandai dengan sistem gotong royong yang menjadi salah satu ciri khas dari kegiatan-kegiatan di desa. Hal ini karena masyarakat desa hidup berdampingan dan menganggap tetangganya sebagai keluarga. 5) Struktur data kependudukan Kawasan p... |
Geografi_KelasXII_chunk_00041 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 143 | 0 | 1 | buang_kalimat_instruksional(1 kata) | hapus_header_bab | hapus_subjudul | Daerah Daerah secara umum terdiri atas lokasi, luas, dan garis yang membatasi lingkungan geografis setempat. Daerah desa tersusun dari lahan-lahan produktif dan nonproduktif serta berbagai bentuk pengelolaannya. Umumnya lahan di pedesaan dikelola menjadi lahan pertanian dan juga permukiman bagi masyarakat petani. Pendu... | 1) Daerah Daerah secara umum terdiri atas lokasi, luas, dan garis yang membatasi lingkungan geografis setempat. Daerah desa tersusun dari lahan-lahan produktif dan nonproduktif serta berbagai bentuk pengelolaannya. Umumnya lahan di pedesaan dikelola menjadi lahan pertanian dan juga permukiman bagi masyarakat petani. 2)... |
Geografi_KelasXII_chunk_00042 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 175 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Klasifikasi Desa Indonesia memiliki jumlah desa yang sangat banyak. Secara nasional, ada 74.961 desa yang beragam keadaannya. Ada desa swadaya, swakarya, dan swasembada. Ada pula desa mandiri, berkembang, dan tertinggal. Oleh karena itu, perlu dilakukan klasifikasi agar dapat dikembangkan lebih optimal. Berdasarkan tin... | Klasifikasi Desa Indonesia memiliki jumlah desa yang sangat banyak. Secara nasional, ada 74.961 desa yang beragam keadaannya. Ada desa swadaya, swakarya, dan swasembada. Ada pula desa mandiri, berkembang, dan tertinggal. Oleh karena itu, perlu dilakukan klasifikasi agar dapat dikembangkan lebih optimal. Berdasarkan tin... |
Geografi_KelasXII_chunk_00043 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 174 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Potensi-potensi apa saja yang terdapat di desa tersebut? Apa upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan status desa tersebut agar lebih maju lagi? Selain berdasarkan tingkat kemajuannya, desa juga diklasifikasikan menurut tingkat pembangunan dan kemampuan wilayahnya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. B... | Potensi-potensi apa saja yang terdapat di desa tersebut? Apa upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan status desa tersebut agar lebih maju lagi? Selain berdasarkan tingkat kemajuannya, desa juga diklasifikasikan menurut tingkat pembangunan dan kemampuan wilayahnya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. B... |
Geografi_KelasXII_chunk_00044 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 147 | 0 | 11 | buang_kalimat_instruksional(11 kata) | hapus_subjudul | Kenalilah lokasinya dengan baik. Kumpulkan data dan informasi desa tersebut dari berbagai sumber yang tersedia. Lakukan analisis terhadap data tersebut untuk menentukan klasifikasi desa (tergolong desa swadaya, swakarya, atau swasembada). Buatlah kesimpulannya berdasarkan hasil analisis yang telah kalian lakukan. Poten... | Amatilah disekitar tempat tinggal tinggal kalian masing-masing secara daring atau luring. Kenalilah lokasinya dengan baik. Kumpulkan data dan informasi desa tersebut dari berbagai sumber yang tersedia. Lakukan analisis terhadap data tersebut untuk menentukan klasifikasi desa (tergolong desa swadaya, swakarya, atau swas... |
Geografi_KelasXII_chunk_00045 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 136 | 0 | 0 | hapus_header_bab | hapus_subjudul | Lingkungan fisik (sumber daya alam) Potensi fisik dari wilayah desa mencakup keseluruhan kondisi alam, seperti tanah, sumber daya air, iklim, dan hewan ternak. Tanah, mencakup lahan pertanian, sumber daya tambang (batuan dan mineral), dan lahan permukiman. Sumber daya air, dalam hal ini ketersediaan air untuk aktivitas... | 1) Lingkungan fisik (sumber daya alam) Potensi fisik dari wilayah desa mencakup keseluruhan kondisi alam, seperti tanah, sumber daya air, iklim, dan hewan ternak. Tanah, mencakup lahan pertanian, sumber daya tambang (batuan dan mineral), dan lahan permukiman. Sumber daya air, dalam hal ini ketersediaan air untuk aktivi... |
Geografi_KelasXII_chunk_00046 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 148 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Potensi sumber daya manusia Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu/interaksi antara daya pikir (akal budi) yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman dengan daya fisik (kecakapan atau keterampilan) yang dimiliki masing-masing individu manusia (Malayu dalam Soemarsono, 2018). Sumber daya manusia yang berkualitas da... | 2) Potensi sumber daya manusia Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu/interaksi antara daya pikir (akal budi) yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman dengan daya fisik (kecakapan atau keterampilan) yang dimiliki masing-masing individu manusia (Malayu dalam Soemarsono, 2018). Sumber daya manusia yang berkualitas... |
Geografi_KelasXII_chunk_00047 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 35-54 | 163 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | hapus_subjudul | Tanpa adanya kelembagaan desa, maka pembangunan infrastruktur tidak mampu dilaksanakan. Lembaga desa bertugas membantu pemerintah desa dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan yang bertumpu pada masyarakat. Komponen kelembagaan desa yang berperan penting dalam mendorong kemajuan desa, antara l... | Tanpa adanya kelembagaan desa, maka pembangunan infrastruktur tidak mampu dilaksanakan. Lembaga desa bertugas membantu pemerintah desa dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan yang bertumpu pada masyarakat. Komponen kelembagaan desa yang berperan penting dalam mendorong kemajuan desa, antara l... |
Geografi_KelasXII_chunk_00048 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 55-74 | 142 | 1 | 0 | hapus_header_bab | hapus_subjudul | Sumber: Gemasulawesi.com/Muhammad Irfan (2021) dan beritagar.id/Akbar Nugroho Gumay (2019) f. Prinsip Pengelolaan Pembangunan Desa Pembangunan desa dilakukan secara holistik dan arif sesuai dengan prinsip- prinsip pengelolaan pembangunan desa. Ada empat prinsip pengelolaan pembangunan desa, yaitu sebagai berikut. Akunt... | Sumber: Gemasulawesi.com/Muhammad Irfan (2021) dan beritagar.id/Akbar Nugroho Gumay (2019) f. Prinsip Pengelolaan Pembangunan Desa Pembangunan desa dilakukan secara holistik dan arif sesuai dengan prinsip- prinsip pengelolaan pembangunan desa. Ada empat prinsip pengelolaan pembangunan desa, yaitu sebagai berikut. Akunt... |
Geografi_KelasXII_chunk_00049 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 55-74 | 161 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Ada tiga elemen yang berpengaruh terhadap kemajuan desa, yaitu potensi desa, interaksi desa-kota, dan posisi desa terhadap wilayah lain yang lebih maju. Potensi desa Ada dua potensi utama desa yang signifikan pengaruhnya terhadap kemajuan, yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia. Desa-desa yang memiliki sumber d... | Ada tiga elemen yang berpengaruh terhadap kemajuan desa, yaitu potensi desa, interaksi desa-kota, dan posisi desa terhadap wilayah lain yang lebih maju. 1) Potensi desa Ada dua potensi utama desa yang signifikan pengaruhnya terhadap kemajuan, yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia. Desa-desa yang memiliki sumbe... |
Geografi_KelasXII_chunk_00050 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 55-74 | 153 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Interaksi yang intensif antara keduanya ditandai masuknya barang-barang primer dari desa ke kota dan barang sekunder atau tersier dari kota ke desa. Interaksi yang intensif antara keduanya akan memberikan kemajuan bagi desa yang lebih besar. Posisi desa terhadap wilayah lain yang lebih maju Setiap desa berada di antara... | Interaksi yang intensif antara keduanya ditandai masuknya barang-barang primer dari desa ke kota dan barang sekunder atau tersier dari kota ke desa. Interaksi yang intensif antara keduanya akan memberikan kemajuan bagi desa yang lebih besar. 3) Posisi desa terhadap wilayah lain yang lebih maju Setiap desa berada di ant... |
Geografi_KelasXII_chunk_00051 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 55-74 | 148 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | Dinamika dan Arah Pembangunan Desa Pembangunan wilayah desa merupakan proses yang berperan penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Pembangunan desa telah diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015−2019. RPJMN merupakan dokumen strategis yang menjadi acuan resmi rencana pembangun... | Dinamika dan Arah Pembangunan Desa Pembangunan wilayah desa merupakan proses yang berperan penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Pembangunan desa telah diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015−2019. RPJMN merupakan dokumen strategis yang menjadi acuan resmi rencana pembangun... |
Geografi_KelasXII_chunk_00052 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 55-74 | 112 | 0 | 47 | buang_kalimat_instruksional(47 kata) | strip_url_inline | buang_ayo_berpikir(1) | Pembangunan sumber daya manusia, peningkatan keberdayaan, dan pembentukan modal sosial budaya masyarakat desa, termasuk di permukiman transmigrasi. Pengawalan implementasi UU Desa secara sistematis, konsisten, dan berkelanjutan melalui koordinasi, fasilitasi, supervisi, dan pendampingan. Pengembangan kapasitas serta pe... | Pembangunan sumber daya manusia, peningkatan keberdayaan, dan pembentukan modal sosial budaya masyarakat desa, termasuk di permukiman transmigrasi. Pengawalan implementasi UU Desa secara sistematis, konsisten, dan berkelanjutan melalui koordinasi, fasilitasi, supervisi, dan pendampingan. Pengembangan kapasitas serta pe... |
Geografi_KelasXII_chunk_00053 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 55-74 | 155 | 0 | 0 | null | Pengertian kota secara umum merujuk pada wilayah yang memiliki aktivitas ekonomi yang non agraris, fasilitas publik yang lengkap, serta jumlah penduduk yang lebih besar daripada wilayah desa. Konsep wilayah kota memiliki beberapa perbedaan mendasar yang menarik untuk dikaji. Namun demikian, apabila ditelaah dari proses... | Pengertian kota secara umum merujuk pada wilayah yang memiliki aktivitas ekonomi yang non agraris, fasilitas publik yang lengkap, serta jumlah penduduk yang lebih besar daripada wilayah desa. Konsep wilayah kota memiliki beberapa perbedaan mendasar yang menarik untuk dikaji. Namun demikian, apabila ditelaah dari proses... |
Geografi_KelasXII_chunk_00054 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 55-74 | 149 | 0 | 6 | buang_kalimat_instruksional(6 kata) | Menurut Harris dan Ullman, kota adalah pusat untuk permukiman dan pemanfaatan ruang bumi yang dilakukan oleh manusia secara unggul. Dicirikan dengan pertumbuhan wilayah yang cepat dan luas (Suparmini & Wijayanti, 2015). Menurut Weber, kota adalah daerah tempat tinggal yang dicirikan dengan kemampuan masyarakatnya untuk... | Menurut Harris dan Ullman, kota adalah pusat untuk permukiman dan pemanfaatan ruang bumi yang dilakukan oleh manusia secara unggul. Dicirikan dengan pertumbuhan wilayah yang cepat dan luas (Suparmini & Wijayanti, 2015). Menurut Weber, kota adalah daerah tempat tinggal yang dicirikan dengan kemampuan masyarakatnya untuk... |
Geografi_KelasXII_chunk_00055 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 55-74 | 147 | 0 | 1 | buang_kalimat_instruksional(1 kata) | hapus_header_bab | Karakteristik Perkotaan Kawasan perkotaan memiliki karakteristik wilayah khusus yang dicirikan dengan pola keruangan yang didominasi oleh wilayah terbangun, memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, serta rasio antara manusia dan lahan yang cenderung kecil. Masyarakat perkotaan umumnya bersifat individualis, kosmopolita... | Karakteristik Perkotaan Kawasan perkotaan memiliki karakteristik wilayah khusus yang dicirikan dengan pola keruangan yang didominasi oleh wilayah terbangun, memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, serta rasio antara manusia dan lahan yang cenderung kecil. Masyarakat perkotaan umumnya bersifat individualis, kosmopolita... |
Geografi_KelasXII_chunk_00056 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 55-74 | 149 | 0 | 1 | buang_kalimat_instruksional(1 kata) | hapus_header_bab | Sumber daya manusia menjadi penggerak utama dari sebuah kota. Untuk itu, diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga mampu menjadi menjadi subjek pembangunan yang membantu tumbuh kembangnya sebuah kota. Sumber daya alam merupakan aset yang dimiliki suatu negara yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti... | Sumber daya manusia menjadi penggerak utama dari sebuah kota. Untuk itu, diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga mampu menjadi menjadi subjek pembangunan yang membantu tumbuh kembangnya sebuah kota. Bab 1 - Pengembangan Wilayah, Tata Ruang, dan Pengaruhnya terhadap Kebahagiaan 47 Alam. Sumber daya alam... |
Geografi_KelasXII_chunk_00057 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 55-74 | 155 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Penataan ruang ini merupakan landasan penting sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan wilayah kota dan solusi terhadap penanganan isu serta permasalahan kota (BPSDM, 2015). Kota memerlukan sebuah fasilitas yang berfungsi sebagai alat untuk melayani dan mendorong terwujudnya lingkungan permukiman dan lingkungan usaha ya... | Penataan ruang ini merupakan landasan penting sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan wilayah kota dan solusi terhadap penanganan isu serta permasalahan kota (BPSDM, 2015). Kota memerlukan sebuah fasilitas yang berfungsi sebagai alat untuk melayani dan mendorong terwujudnya lingkungan permukiman dan lingkungan usaha ya... |
Geografi_KelasXII_chunk_00058 | Geografi_BS_KLS_XII.pdf | BSE | Geografi | SMA/MA | Kelas XII | 55-74 | 158 | 0 | 0 | hapus_subjudul | Urban continent merupakan kota dengan jumlah penduduk 5.000.000.000 jiwa. Ecumenepolis merupakan kota dengan jumlah penduduk 30.000.000.000 jiwa. Klasifikasi kota berdasarkan keberadaan pusat pelayanan (retail) Sinulingga (2005) membagi klasifikasi ruang kota berdasarkan keberadaan pusat pelayanannya menjadi tiga, yait... | Urban continent merupakan kota dengan jumlah penduduk 5.000.000.000 jiwa. Ecumenepolis merupakan kota dengan jumlah penduduk 30.000.000.000 jiwa. 2) Klasifikasi kota berdasarkan keberadaan pusat pelayanan (retail) Sinulingga (2005) membagi klasifikasi ruang kota berdasarkan keberadaan pusat pelayanannya menjadi tiga, y... |
Subsets and Splits
No community queries yet
The top public SQL queries from the community will appear here once available.